Bali Overview Accommodation Dining Travel MICE Trading Art Galleries Fashion Textile Adventure Jewelry Advertise Others Contact
 
Play Group  
Kindergarten  
Elementry/Junior High School  
High School  
College  
University  
Courses & Degrees  
International School  
Folks Tale  
Story  
Others  
 
All About Bali  
Useful Info  
Company Info  
Site Map  
Advertise  
Contact  
Help  
Home  
Home > Education > Story > Belajar
 
Belajar
 
Belajar mempunyai dua tujuan. Yang pertama adalah untuk mengasah otak dan memperluas wawasan. Yang kedua adalah untuk membuat seseorang dapat memberikan konstribusi dalam masyarakat. Sayangnya sekarang ini kebanyakan orang menjadikan pembentukan karakter sebagai sarana untuk memperoleh posisi yang baik. Pelayanan apa pun yang ditawarkan mereka terhadap masyarakat hanyalah sekadar basa-basi.

Belajar mempunyai nilai praktis dan juga idealis. Selain membentuk karakter, belajar memampukan kamu untuk meningkatkan kecakapanmu secara umum dan menguasai keterampilan tertentu untuk hidup. Keahlianmu dapat membuat kamu bertahan terutama pada masa ketidakpastian ketika tidak ada pekerjan tetap dan keluarga yang mendukung. Kemampuanmu untuk bertahan tergantung pada pendidikanmu. Keahlian yang bermanfaat adalah lebih baik daripada uang. Apakah kamu pandai atau bodoh, kamu harus belajar. Adalah berguna untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih banyak dan mengenal lebih banyak orang.

Waktu yang paling baik untuk belajar adalah ketika kamu muda dan pikiranmu masih segar. Apa yang telah dipelajari sejak kecil akan bertahan sampai mati. Ketika kamu tumbuh dewasa, kamu akan dikacaukan oleh berbagai hal dan lebih sulit berkonsentrasi. Inilah alasan kenapa kamu jangan menyia-nyiakan masa mudamu. Saya masih ingat apa yang telah saya pelajari ketika saya berumur tujuh tahun. Tetapi apa yang saya pelajari setelah berumur dua puluh tahun, saya cenderung untuk melupakannya setelah sebulan.

Karena berbagai alasan, sebagian orang tidak dapat mengabdikan dirinya untuk belajar pada saat mereka masih muda. Dalam hal ini, mereka harus menerima pendidikan ketika mereka dewasa dan harus melipatgandakan usaha mereka untuk mendapatkannya. Pendidikan di usia dewasa sudah tentu selangkah lebih lambat, karena orang dewasa tidak dapat berkompetisi dengan orang muda. Tetapi mereka tidak seharusnya menganggap diri mereka tidak berguna. Saya akan ceritakan sebuah cerita:

Shi Kuang adalah seorang pemusik buta (pada abad keenam). Pada suatu hari raja dari negara Jin berkata kepadanya: “Saya ingin belajar, tapi saya takut saya sudah terlalu tua. Saya sudah tujuh puluh tahun. Sudah terlambat.
Shi Kuang berkata, “Terlalu larut? Kenapa tidak menyalakan beberapa lilin?
Saya bicara serius. Kenapa kamu bercanda?

Saya tidak bercanda, Tuanku. Orang muda yang suka belajar itu seperti matahari pagi. Dia mempunyai masa depan yang cerah. Orang setengah baya itu seperti matahari di siang hari. Dia masih mempunyai setengah hari bagus di depannya. Orang tua yang berpengetahuan itu seperti cahaya lilin. Dia masih lebih bagus dibandingkan dengan orang buta seperti saya yang harus meraba dalam kegelapan.

Belajar itu seperti bercocok tanam. Kamu menuai apa yang kamu tabur. Kamu dapat bercita-cita tinggi. Jika kamu tidak menetapkan cita-cita yang tinggi bagi dirimu sendiri, kamu mungkin gagal di bawah rata-rata. Untuk belajar sesuatu dengan baik, kamu harus mempelajari karya-karya klasik di bidang yang kamu pilih dan pada saat yang sama belajar dari ahlinya. Hormatilah kekuasaan tapi jangan memperlakukannya seperti dewa. Kalau tidak kamu tidak akan pernah dapat menandinginya. Dengan menggunakan prestasi mereka sebagai titik awal, kamu bisa berharap untuk menandinginya. Pada setiap bidang, ada guru yang hebat, tetapi kamu mungkin tidak mendapat kesempatan bertemu dengan mereka. Kebanyakan orang hanya dapat belajar dari orang yang bukan ahlinya. Jangan membiarkan mereka membatasi potensimu.

Pada setiap bidang profesional ada petunjuk pasti yang dapat diikuti. Jika kamu tidak memahaminya, kamu tidak dapat membuat prestasi yang baik. Maka jangan hanya berkonsentrasi pada keahlian teknis saja.

Saya tidak menentang orang yang berpengetahuan. Tetapi kamu harus memilih profesi kamu. Syarat awal untuk menjadi orang yang terdidik adalah bahwa kamu sudah menguasai bidangmu sendiri. Sangatlah sulit bagi kebanyakan orang untuk menguasai segalanya di bidang yang mereka pilih. Secara maksimum, mereka hanya dapat mempelajari mungkin dua pertiganya. Itu sudah cukup bagus. Jika kamu belajar keahlian khusus, penting sekali untuk belajar di bawah bimbingan seorang ahli. Lebih baik mengetahui sesuatu secara menyeluruh daripada mengetahui sedikit tentang segala hal. Banyak orang pandai tidak menyadari potensi istimewa mereka sendiri karena mereka tidak menjadi ahli di bidang tertentu.

Buku dapat mengajar anak-anak tentang kewajiban mereka terhadap orangtuanya, dan mengubah sikap angkuh menjadi sederhana, kejam menjadi murah hati, pelit menjadi dermawan, kasar menjadi lembut, pemalu menjadi berani, egois menjadi pemerhati, gegabah menjadi sabar, dan picik menjadi toleran.

Bagaimanapun juga, banyak orang dapat mengutip kalimat dari apa yang mereka baca, tetapi tidak pernah menjalankan apa yang mereka pelajari. Belajar seharusnya membantu anda untuk meningkatkan diri anda sendiri. Tetapi saya mengamati bahwa beberapa orang cenderung untuk menjadi sombong hanya karena mereka mengetahui sesuatu yang orang lain tidak tahu. Mereka memandang rendah generasi mereka dan tidak menghormati orang yang lebih tua. Sebagai hasilnya, orang-orang tidak menyukai mereka. Jika pengetahuan membuat mereka bersikap seperti itu, lebih baik tidak berpengetahuan sama sekali.
 
Prev | Next
 
Komentar: Yan Zhitui hidup di masyarakat yang didominasi oleh orang laki-laki, yang tentu saja mempengaruhi pandangannya dan bahkan pilihan kata-katanya. Bagaimanapun juga hal ini janganlah menghambat kita untuk menghargai kebenaran yang dia katakan.
 
Konfusius, 551-479 S.M
Zigong bertanya, “Adakah moto tunggal yang dapat dipakai seseorang sepanjang hidupnya?”
Sang guru berkata, “Mungkin memperhatikan sesama. Jangan melakukan sesuatu kepada sesama yang kamu tidak ingin orang lakukan kepadamu.”
 
Taken From Michael C. Tang Book
Kisah-Kisah Kebijaksanaan China Klasik - Refleksi Bagi Para Pemimpin
 
Copyright © 2005-2024, Bali Directory Designed and Managed by bali3000