Bali Overview Accommodation Dining Travel MICE Trading Art Galleries Fashion Textile Adventure Jewelry Advertise Others Contact
 
Play Group  
Kindergarten  
Elementry/Junior High School  
High School  
College  
University  
Courses & Degrees  
International School  
Folks Tale  
Story  
Others  
 
All About Bali  
Useful Info  
Company Info  
Site Map  
Advertise  
Contact  
Help  
Home  
Home > Education > Story > Orang Gila
 
Orang Gila
 
Hukuman badan membuat Sun Pin tercabik-cabik. Sebagai kriminal yang bertato, dia tidak dapat menemukan pekerjaan atau tampil di depan umum. Pang menampungnya di dalam rumahnya sendiri dan mengupahi seorang pelayan tua untuk melayaninya. Sun sangat berterima kasih kepada Pang.

Pang Juan mengetahui bahwa Sun Pin sedang menulis buku tentang seni perang seperti yang pernah ditulis oleh moyangnya, Sun Tzu. Dia menanyakan hal itu kepada Sun Pin. Sun Pin sangat ingin membalas budi Pang Juan, maka dia menawarkan untuk mendedikasikan buku itu kepada Pang.

Aktivitas menulisnya berjalan dengan lambat, sebagian karena dia tidak dapat duduk dengan benar karena cacatnya dan sebagian lagi karena dia sering kali merasa depresi. Dari waktu ke waktu Pang bertanya kepada pelayan tua yang melayani Sun mengenai perkembangan pekerjaannya. Ketika dia mendengar bahwa Sun hanya menulis beberapa baris sehari, dia kelihatannya sangat tidak senang.

Kapan dia akan menyelesaikan buku itu jika dia hanya menulis beberapa baris seperti itu? Suruh dia untuk lebih cepat!

Pelayan tua itu menjadi bingung. Salah satu dari asisten Pang Juan memberitahunya bahwa Sun dibiarkan hidup hanya karena Jenderal Pang tertarik akan apa yang ditulisnya. Begitu dia selesai menulis buku itu, Pang Juan pasti akan menyuruh Sun Pin dihukum mati. Orangtua itu menjadi waspada. Dia merasa kasihan kepada Sun dan memberitahukannya apa yang telah didengarnya. Berita itu seperti sebuah bom bagi Sun. Ia sangat terperanjat sampai hampir pingsan. Ketika dia tenang kembali, dia membakar semua yang telah ditulisnya ke dalam api. Dia merasa bahwa dia telah terbangun dari sebuah mimpi buruk. Dia berharap andaikata dia mengetahui karakter Pang Juan sejak dulu.

Ketika Pang datang untuk melihatnya, Sun tiba-tiba tertawa tidak terkontrol dan menangis berlebihan. Dia tertawa lagi dan menangis lagi.

Tolong! Tolong!” teriaknya kepada Pang.

Ini saya. Saya Pang Juan.

Tetapi Sun kelihatan tidak mengenali rekan sejawatnya lagi.

“Apakah dia menjadi gila?” pikir Pang. Tetapi dia curiga bahwa Sun berpura-pura gila. Maka dia menyeret Sun ke kandang babi. Sun jatuh di tengah kubangan kotoran babi, kemudian dia menutupi dirinya dengan kotoran babi tersebut, dan kemudian tidak sadarkan diri.

Masih curiga, Pang secara diam-diam mengirim seseorang untuk membawakan sedikit minuman anggur dan makanan untuk menengok Sun di dalam kandang babi. Sun membuang semua makanan enak itu ke tanah dan mengambil kotoran babi dan memasukkannya ke dalam mulutnya.

Enak!” teriaknya.

Ketika mata-matanya melaporkan apa yang dia lihat, Pang menjadi yakin bahwa Sun benar-benar gila dan pengawasannya terhadap Sun menjadi berkurang.

Sejak saat itu, kandang babi menjadi rumah Sun. Di siang hari, dia pergi dan berkeliaran di jalan. Di malam hari, dia kembali dan tidur dengan babi-babi. Kadang kala dia tidur di jalan juga. Setiap orang tahu bahwa dia orang gila. Bagaimanapun juga, Pang masih terus-menerus mengamatinya.

Pada suatu malam ketika dia sedang tidur di jalan, Sun dibangunkan oleh seorang pria. Sun mengenalinya bahwa orang itu adalah teman lamanya dari negara Qi. Dia memberitahu Sun bahwa perwakilan dari negara Qi sedang mengunjungi negara Wei. Ketika perwakilan dari negara Qi mendengar apa yang terjadi terhadapnya, dia ingin menyelundupkannya keluar dari negara itu.

Sun berkata bahwa dia masih di bawah pengawasan ketat dari orang-orang Pang Juan. Temannya kemudian menyuruh salah satu anak buahnya untuk mengenakan pakaian Sun dan menggantikan Sun di jalan itu.

Pada keesokan harinya Sun menyembunyikan dirinya di dalam kereta dari perwakilan negara Qi dan dibawa keluar dari negara Wei. Dua hari kemudian, orang yang menyamar sebagai Sun hilang. Pang memerintahkan untuk melakukan pencarian menyeluruh, tetapi gagal menemukan Sun.

 
Prev | Next
 
Komentar: Buku Sun Pin mengenai seni perang ditemukan pada tahun 1972 ketika sejumlah arkeolog China menemukan kuburan dari zaman dinasti Han.

Jika Sun Pin hanya mempunyai ketabahan tanpa kemauan yang sekuat baja, dia mungkin tidak dapat betahan. Jika dia hanya mempunyai kemauan yang kuat untuk hidup tetapi tidak mempunyai pengetahuan tentang seni perang, dia mungkin tidak dapat membalas dendam pada musuhnya. Kombinasi dari kualitas yang disebut di atas itulah yang membuatnya menjadi figur yang paling hebat dalam sejarah China.
 
KONFUSIUS
Seseorang berkata, “Bayarlah sebuah luka dengan kebaikan.”
Sang Guru berkata: “Jika kamu membalas luka dengan kebaikan, lalu dengan apa kamu akan membalas kebaikan? Kamu seharusnya membayar sebuah luka dengan keadilan dan kebaikan dengan kebaikan.”
 
Taken From Michael C. Tang Book
Kisah-Kisah Kebijaksanaan China Klasik - Refleksi Bagi Para Pemimpin
 
Copyright © 2005-2024, Bali Directory Designed and Managed by bali3000